Sejarah singkat dan perkembangan animasi di Indonesia

August 9, 2018

Animasi dimulai pada tahun 1880-an disaat Edison telah menumakan teknik film modern yang kemudian disempurnakan oleh lumiere. Kreativitas mereka memang sangat terkait atas lahirnya animasi. Dengan demikian, metoda merekan menciptakan gambar bergerak sudah dikenal manusia pada abad 18. Sejak saat itu revolusi industri memacu kehidupan  sosial masyarakat untuk bereksperimen dan mengungkapkan sesuatu metoda dengan cara pandang ilmiah. Hal ini menciptakan  berbagai penemuan di bidang kimia, psikologi yang kemudian diantaranya diimpor ke dalam perkembangan apa yang kemudian disebut dengan ‘film’. Hal ini tergambar dalam temuan Peter Mark Roget yang dikenal dalam artikelnya yang berjudul “The Saurus”. Roget mengemukakan bahwa mata  dan otak manusia bisa menyimpan memori, dari sebuah gambar yang bergerak dalam waktu 1/50 detik setelah kejadian di depannya terekam olehnya (Prakoso,2010:26).

Konsep yang dikemukakan oleh Roget berimplikasi pada temuan temua peralatan optik yang akhirnya mendukung teori animasi. Salah satu peralatan tersebut adalah Thaumatrope. Thaumatrope merupakan alat yang diciptakan pada tahun 1825 oleh tiga kreator yaitu Peter Mark Roget, Jhon Ayrton (paris) dean Fitton (london). Thaumatrope bentuknya menyerupai lingkarang seperti  piringan yang berisi gambar-gambar yang berbeda pada kedua sisinya dan tali/tangkai yang menghubungkan gambar-gambar tersebut pada sisi yang lainnya. Apabila piringan tersebut diputar maka kedua gmabar yang ada pada piringan tersebut akan terlihat seperti satu gambar.

Gambar 1: Thaumatrope

Sumber: https://www.disneyinreview.com/chronology/history-of-animation-thaumatrope-faradays-wheel/

Thaumatrope awalanya berkembang di Prancis, dan kemudian menyebar diseluruh Eropa. Pada saat itu gambar paling populer dalam Thaumatrope adalah  gambar sangkar dan seekor burung seperti gambar yang penulis lampirkan di atas. Dua gambar tersebut digambar di dalam pelat bulat berdiameter 15 cm. Lalu cara untuk memainkannya adalah dengan cara memutar kedua gambar tersebut. Saat piringan tersebut diputar maka yang terjadi adalah kesan gambar tersebut menyatu. Piringan tersebut telihat terdapat sebuah burung yang sedang berada dalam sangkar.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *